Semifinal Liga Champions Menjadi Tantangan Monaco Berikutnya


Monaco akhirnya kembali lagi ke semifinal Liga Champions setelah mereka terakhir kali mencapai tahap tersebut pada tahun 2004. Kala itu Monaco akhirnya berhasil melaju ke final dan harus merelakan gelar juara kepada Porto yang diasuh oleh Jose Mourinho. Kali ini, Monaco kembali menjadi salah satu kekuatan di Eropa dan berhasil menyingkirkan Borussia Dortmund dari Jerman.

Semifinal Liga Champions Menjadi Tantangan Monaco Berikutnya

Semifinal Liga Champions Menjadi Tantangan Monaco Berikutnya

Pemuncak klasemen Ligue 1 ini menang 3-2 pada leg pertama di Signal Iduna Park kandang Dortmund. Berikutnya, Monaco berhasil meraih keunggulan 3-1 di kandang mereka sehingga memastikan tim ini lolos ke babak berikutnya dengan agregat 6-3.

Kylian Mbappe benar-benar menjadi bintang Monaco di kedua leg liga Champions. Ia menjadi pembuka gol Monaco pada pertandingan ini. Berikutnya, eks striker Manchester United Radamel Falcao berhasil menambah satu gol lagi untuk keunggulan Dortmund.

Dortmund sempat membalas melalui gol yang dicetak oleh Marco Reus pasca jeda babak pertama. Meskipun demikian, Monaco kembali memperlebar jarak keunggulan melalui gol yang dicetak oleh pemain pengganti Valere Germain 22 detik setelah ia memasuki lapangan pertandingan.

Leonardo Jardim bberhasil mengangkat skuad muda ini untuk berhasil merengkuh posisi di semifinal Liga Champions tanpa pernah diduga. Ia menyatakan bahwa tim ini sudah memiliki DNA untuk bermain sepakbola menyerang secara menghibur. Semua ini memudahkan dirinya untuk bisa menuntun tim menjalankan strategi menyerang yang telah ia peragakan di musim ini.

Meskipun Kylian Mbappe bisa dibilang merupakan bintang Monaco di perempat final ini, namun Monaco jelas harus mengakui bahwa Benjamin Mendy dan Thomas Lemar menjadi kunci kemenangan mereka di pertandingan leg kedua. Dua pemain inilah yang berkali-kali memaksa lini belakang Dortmund untuk bertahan lebih ketat lagi dan melonggarkan penjagaan terhadap striker Mbappe.

Kebangkitan seorang Radamel Falcao juga menjadi salah satu faktor pendorong keteguhan mental pemain-pemain muda Monaco. Ia menjadi sosok pemersatu semua pemain dengan pengalaman yang ia punya. Pemain yang satu ini bahkan seolah tak kehilangan taji dan skill individidu yang ia punya. Beberapa kali penetrasi dan dribble-nya berhasil mengecoh lini belakang Dortmund sebelum akhirnya Falcao memutuskan untuk melepaskan tembakan atau mengirimkan operan kepada rekannya Kyilan Mbappe.

Harapan para suporter Monaco sekarang semakin meningkat. Pertanyaan mereka menjadi mampukah Monaco meraih gelar juara liga Champions untuk pertama kalinya? Ketika dilatih Didier Deschamps di tahun 2004, tim ini memang punya kans tersebut sebelum akhirnya dihancurkan oleh Jose Mourinho bersama skuad Porto.

Tidak mustahil bagi Monaco untuk bisa menjadi juara Liga Champions untuk pertama kalinya. Akan tetapi, dengan beberapa kompetisi yang masih tersisa, langkah Monaco akan berat. Mereka masih harus mengatasi kejaran PSG untuk meraih gelar juara Ligue 1. Jika kedua ajang bergengsi ini berhasil dimenangkan, maka ini akan menjadi tahun terindah dalam sejarah keberjalanan klub yang satu ini.