Anderson Akui Kalau Ia Grogi Pada Final Liga Champions 2008


Eks gelandang Manchester United Anderson menyatakan bahwa dirinya merasa begitu tertekan ketika harus mengambil penalti ketika berhadapan dengan Chelsea pada final Liga Champions 2008. Pemain Brazil ini masuk sebagai pengganti dari Weshley Brown pada masa perpanjangan waktu. Hasil 1-1 membuat kedua tim harus bertanding memasuki masa adu penalti.

Anderson Akui Kalau Ia Grogi Pada Final Liga Champions 2008

Anderson Akui Kalau Ia Grogi Pada Final Liga Champions 2008

Anderson menjadi penendang penentu kemenangan skuad Sir Alex Ferguson ketika unggul adu penalti 6-5 yang membuat setan merah akhirnya mengangkat tropi Liga Champions yang ketiga sepanjang sejarah mereka. Meskipun menjadi pahlawan, tetap saja gelandang yang satu ini sangat cemas dan tidak percaya diri ketika harus menghadapi penjaga gawang andalan Chelsea Petr Cech.

“Saya datang untuk mengambil penalti. Saya tidak pernah menyentuh bola,” ujar Anderson. “Saya duduk di bangku cadangan, Giggs melihat dan berkata seperti ini: ‘Biarkan Anderson yang mengambil itu’. Saya bilang ‘Waduh’ …”

“Saya mengambil bola, itu adalah langkah terjauh sepanjang hidup Saya. Bahkan ketika Saya datang dari Azenha (kampung Anderson) ke Gremio, ini adalah langkah terjauh yang pernah Saya lihat. Saya pergi ke arah bola, Saya mengambil bola, Saya melihat ke penjaga gawang tersebut, yang terlihat raksasa. Cech mengangkat tangannya, Saya bilang: ‘Oh, matilah saya’.”

“Saya akan menendangnya dengan keras, menutup mata dan berdoa bola menjadi gol… Kemudian Saya mengambil tiga, empat langkah, Saya menutup mata dan bola kemudian lewat begitu saja dari tangannya.”

Tendangan Anderson adalah tendangan penalti ‘sudden death’ pertama setelah pertandingan berakhir dengan skor 4-4. Cristiano Ronaldo dan John Terry menjadi pemain dari masing-masing klub yang gagal mencetak gol pada pertandingan tersebut.

Giggs berhasil mencetak gol penalti ‘sudden death’ berikutnya dan penjaga gawang Edwin van der Sar berhasil menepis tendangan dari Nicolas Anelka. Hasil ini mengamankan skuad sir Alex meraih gelar liga Champions berselang sembilan tahun sebelumnya.

Anderson kemudian pindah dari Old Trafford menuju Internacional pada 2015 setelah tujuh tahun bermain di kota Manchester dan satu tahun melewati masa peminjaman. Eks gelandang Porto tersebut didatangkan ketika berusia 19 tahun pada tahun 2007. Ia tampil pada 181 pertandingan bersama United dan mencetak sembilan gol.